Bimbingan TPA – Apakah kamu berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat? Yuk, pertimbangkan lima hal berikut ini agar mendapatkan keputusan yang tepat. Memiliki gelar magister setelah lulus studi S2 merupakan hal yang membanggakan bagi mayoritas orang. Pasalnya, dengan menyandang status pendidikan S2, kamu dianggap lebih unggul dan intelek.
Kuliah S2 juga memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri. Salah satunya, karakter kamu lebih matang dan lebih siap dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Selain itu, pendidikan S2 bisa membuka peluang untuk mendapatkan banyak relasi dan pengalaman. Namun, sebelum melanjutkan S2, kamu harus mempertimbangkan lima hal berikut ini supaya bisa mengambil langkah yang tepat.
Tujuan Melanjutkan ke Jenjang S2
Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dengan disertai perencanaan dan komitmen. Tanpa tujuan, kerja keras kamu belum tentu memberikan hasil sesuai harapan. Sebagai contoh, kamu ingin melanjutkan kuliah S2 usai wisuda S1 karena mengikuti tren di kampus saat itu.
Setelah kuliah S2 berjalan, semangat untuk sekadar mendengar dosen di kelas perlahan memudar. Kamu juga tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas dari dosen. Jika hal itu terjadi, artinya seseorang sudah kehilangan arah. Penyebab utamanya satu, ia tidak memiliki tujuan yang mampu memotivasinya untuk bertahan.
Kemampuan Finansial
Setelah menemukan tujuan studi S2, kamu harus mengukur keuangan keluarga. Pastikan, kedua orang tua memiliki cukup dana untuk mengantarkan hingga menjadi menyandang gelar magister. Jika kedua orang tua tidak mampu membiayai, upayakan kamu mencari pendanaan sendiri.
Salah satu cara mencari pendanaan adalah mengikuti program beasiswa. Saat ini, banyak perusahaan atau instansi yang membuka beasiswa S2 di luar maupun dalam negeri. Namun, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, kamu harus mematuhi beberapa syarat.
Pertama, kamu mesti menunjukkan kualitas diri dan prestasi selama kuliah di jenjang S1. Syarat kedua, berikan bukti tertulis kepada pemberi beasiswa, bahwa kedua orang tua benar-benar tidak mampu secara finansial. Syarat ketiga, tentunya kamu harus mendapatkan rekomendasi dari dosen atau perusahaan yang mendukung.
Jurusan yang Menunjang Karier dan Impian Kamu
Apakah kamu pernah salah jurusan ketika kuliah S1? Kalau pernah, pastikan tidak mengulangi hal itu lagi saat di jenjang S2. Karena itu, pilihlah jurusan kuliah yang sesuai dengan passion dan impian kamu.
Sebagai contoh, kamu ingin menjadi developer software mahir dan profesional. Berarti, jurusan yang harus diambil adalah Teknologi Informasi atau Manajemen Sistem Informasi.
Waktu yang Dimiliki untuk Fokus Kuliah S2
Melanjutkan ke jenjang S2 tidak hanya membutuhkan dana, tetapi juga waktu yang cukup banyak untuk fokus belajar. Jika kamu sudah bekerja, pastikan sanggup untuk membagi kesempatan antara menyelesaikan tugas kuliah dan pekerjaan.
Sementara itu, bagi yang sudah berumah tangga, pertimbangkan juga waktu luang untuk keluarga. Upayakan kamu tetap bisa mengerjakan tugas kuliah secara maksimal tanpa mengganggu quality time bersama keluarga.
Bagaimana jika kamu adalah tipe yang harus fokus pada satu urusan saja? Solusi terbaiknya; kalau tidak sanggup kuliah sambil bekerja, carilah penghasilan sampingan atau beasiswa. Begitu pula bagi yang belum mampu membagi waktu antara pasangan dan kuliah S2, lebih baik tunda niat berkeluarga sampai wisuda.
Target Menuntaskan Kuliah S2
Selama kuliah S2, kamu bisa jadi mengalami beberapa masalah yang mengusik konsentrasi. Ada kalanya, masalah itu—mungkin—membuat semangat berkurang dan hati tidak tenang.
Selain masalah, sesuatu bisa saja menggoyahkan fokus kamu untuk menuntaskan S2 dalam waktu cepat. Misalnya, saat kuliah S2, kamu jatuh cinta pada seseorang dan memutuskan untuk menikah. Padahal, pernikahan itu tidak ada di deretan rencana jangka pendek.
Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya adalah menguatkan komitmen untuk menyelesaikan kuliah S2 sesuai target. Cara menguatkan komitmen, yakni dengan mengingat tujuan kuliah S2 dan perjuangan kamu dalam meraihnya.
Itu dia 5 hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum megambil kuliah S2. Jika kamu sudah mantap untuk mengambil kuliah S2, yuk, mulai persiapkan ujian masuknya.
Kamu sudah tahu belum kalau kebanyakan ujian masuk program S2 menggunakan tes potensi akademik (TPA)? Oleh karena itu, kamu bisa ikut kelas di bimbingantpa.com untuk mendongkrak skor TPA-mu.
Bimbingan TPA – Fakultas Hukum Universitas Indonesia atau biasa disebut sebagai FHUI merupakan fakultas hukum tertua di Indonesia. Pada awalnya, fakultas ini bernama Rechtshogeschool atau Faculteit der Rechtsgeleerdheid, yang dibuka pada 28 Oktober 1924.
Hingga saat ini, FHUI telah banyak mencetak lulusan terbaik yang berkontribusi bagi dunia hukum di Indonesia. Nah, kali ini, yuk kita coba mengenal program studi dan peminatan yang ada di Program Magister FHUI, simak informasi di bawah ini, ya!
Program Studi dan Peminatan Magister Ilmu Hukum
Program Magister Ilmu Hukum FHUI dirancang untuk menghasilkan lawyer yang profesional dengan keahlian dan pengetahuan yang luas di bidangnya masing-masing. Selain itu, Program Studi Magister Ilmu Hukum juga ditujukan menghasilkan lulusan yang dapat melakukan penelitian dan memahami teori dan metodologi hukum untuk menyelesaikan permasalahan hukum.
Masa studi pada umumnya untuk kelas reguler (pagi) adalah 3 semester, dan untuk kelas khusus (sore) adalah 4 semester. Gelar yang akan disandang adalah Magister Hukum (M.H.).
Peminatan Magister Ilmu Hukum
Program Studi Ilmu Hukum pada Program Magister memiliki 12 peminatan, yaitu:
Hukum Ekonomi
Hukum Kenegaraan (HTN/ HAN)
Hukum dan Sistem Peradilan Pidana
Hukum dan Ilmu Pengetahuan Islam
Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) & Teknologi
Hukum Perdagangan Internasional
Hukum Transnasional
Hak Asasi Manusia & Good Governance
Hukum Keuangan Negara
Hukum Ketenagakerjaan
Hukum Sumber Daya Alam
Praktek Peradilan
Program Studi Magister Kenotariatan
Program Magister Kenotariatan dirancang dengan kurikulum khusus agar menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu hukum khususnya di bidang kenotariatan dan pertanahan serta terampil dalam mengaplikasikannya di berbagai pekerjaan bidang hukum, antara lain sebagai Notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Konsultan.
Perkuliahan diselenggarakan dengan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Beban studi sebanyak 42 sks yang terdiri dari Mata Kuliah Wajib Kurikulum Nasional, Wajib Lokal dan Mata Kuliah Pilihan. Gelar yang disandang adalah Magister Kenotariatan (M.Kn.)
Mata Kuliah Magister Kenotariatan
Peraturan Jabatan dan Etika Notaris
Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Akta
Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah
Pembuatan Akta Badan Hukum Non PT dan Akta Perusahaan Non Badan Hukum
Pembuatan Akta Aneka Perjanjian
Pembuatan Akta Perorangan dan Keluarga
Pembuatan Akta Perseroan Terbatas
Pembuatan Akta Aneka Pembagian dan Pemisahan Harta Warisan
Pembuatan Akta PPAT
Hukum Aneka Perjanjian dan Jaminan
Penguasaan, Pendaftaran, dan Pengalihan Hak Atas Tanah
Aspek Kenotariatan dalam Hukum Perusahaan
Hukum tentang Surat Berharga dan Pasar Modal
Hukum Keluarga dan Harta Perkawinan
Kapita Selekta Hukum Tanah
Hukum Waris
Peraturan Lelang
Aspek Kenotariatan Dalam Hukum Pajak
Hukum Kepailitan
Aspek Kenotariatan Dalam Hukum Adat
Notaris dan Sistem Elektronik
Pembuatan Akta Perjanjian Hak Kekayaan Intelektual
Aspek Kenotariatan Dalam Hukum Perbankan
Pembetulan Akta Notaris
Pembuatan Kontrak Internasional
Teori dan Penemuan Hukum
Nah, itu dia ulasan mengenai Program Magister yang ada di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kedua program studi pada Program Magister tersebut pendaftarannya dapat ditempuh melalui tes SIMAK UI Pascasarjana.
Program Persiapan SIMAK UI Pascasarjana
Kamu mau ikut SIMAK UI Pascasarjana tapi nggak tahu bagaimana strategi terbaik menghadapinya? Jangan khawatir, ada Bimbingan TPA yang siap membantu kamu dalam mempersiapkan ujian SIMAK UI Pascasarjanamu.
Kamu akan dapat materi SIMAK UI Pascasarjana ter-update, latihan soal, kelas yang nyaman dan kondusif (dengan pilihan online/offline), serta tutor yang sudah berpengalaman mengajar persiapan SIMAK UI Pascasarjana. Yuk, lihat informasi programnya di bimbingantpa.com!
Bimbingan TPA – Tes Potensi Akademik (TPA) sudah umum digunakan dalam seleksi masuk program pascasarjana di berbagai universitas di Indonesia. Namun, ada beberapa universitas yang memiliki tes potensi akademik sendiri, seperti UI dan UGM.
Kali ini kita akan membahas tes Potensi Akademik Pascasarjana (PAPs) Universitas Gadjah Mada (UGM). Yuk, simak informasi berikut ini!
Apa Itu PAPs UGM?
Potensi Akademik Pascasarjana (PAPS) adalah tes kemampuan kognitif yang dirancang khusus untuk mengungkap potensi akademik, yaitu potensi yang mendasari kemungkinan seseorang untuk dapat berhasil sekiranya dia mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi.
PAPS lebih menekankan pada potensi daripada capaian hasil pembelajaran karena PAPS merupakan instrumen untuk memprediksi keberhasilan dan bukan mengidentifikasi keberhasilan.
Teori yang dipakai dalam pengembangan tes ini adalah kecerdasan umum yang merupakan kemampuan umum yang menjadi dasar dari berbagai macam domain-domain kecerdasan.
Fitur dan Seri PAPs UGM
Meskipun fokus utama dari PAPS adalah penalaran, namun PAPS melibatkan berbagai macam konteks atau modalitas penalaran seperti verbal, kuantitatif dan figural. Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa besar individu mampu menerapkan kemampuannya pada masalah yang lebih luas dan baru.
PAPS sudah dikembangkan lebih dari 10 seri yang setiap tahunnya direviu baik konten maupun performansi properti psikometrisnya. Review dilakukan oleh pakar-pakar psikometri dan konstruksi tes psikologi di Fakultas Psikologi UGM. Beberapa parameter yang dipertimbangkan dalam review tersebut antara lain adalah
daya beda butir, yaitu kemampuan sebuah butir untuk membedakan individu yang dites berdasarkan kemampuan yang diukur
sebaran tingkat kesulitan butir, sebuah tes yang baik harus memiliki sebaran tingkat kesulitan sesuai dengan tujuan. Tes untuk keperluan seleksi misalnya, harus memiliki sebaran tingkat kesulitan butir yang didominasi dengan butir tingkat kesulitan tinggi.
reliabilitas dan eror standar pengukuran. Tes yang baik adalah tes yang menghasilkan skor yang relatif bersih dari eror-eror pengukuran yang dapat menyebabkan informasi mengenai kemampuan orang yang diukur menjadi tidak konsisten.
Validitas, yaitu seberapa besar skor mampu menjelaskan kemampuan yang diukur.
Subtes dalam PAPs UGM
PAPS pertama kali diterbitkan di tahun 2010 oleh Fakultas Psikologi UGM sebagai perangkat tes potensi akademik Universitas Gadjah Mada. Penerbitan pertama adalah PAPS Seri A yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa S2 Pascasarjana UGM yang terdiri atas Seri A1 dan A2, serta Seri B yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa S3 yang juga terdiri dari dua seri, yaitu Seri B1 dan B2.
Tes ini terdiri atas 3 (tiga) subtes; yaitu subtes Verbal, subtes Kuantitatif, dan subtes Penalaran. Untuk keseluruhan tes yang terdiri atas 120 soal disediakan waktu 100 menit. Konstruksi subtes dan komponen masing-masing adalah sebagai berikut.
SUBTES
KOMPONEN
JUMLAH SOAL
WAKTU (Menit)
Verbal
Padanan Kata
12
5
Lawan Kata
12
5
Analogi Kata
10
5
Pemahaman Wacana
6
10
TOTAL VERBAL
40
20
Kuantitatif
Deretan Angka
10
10
Aritmatika
10
10
Konsep Aljabar
10
10
Perbandingan Kuantitatif
10
10
TOTAL KUANTITATIF
40
40
Penalaran
Logis
8
8
Diagram
8
8
Analitis
8
8
Serial
8
8
Klasifikasi
8
8
TOTAL PENALARAN
40
40
Itulah beberapa informasi seputar Potensi Akademik Pascasarjana (PAPs) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa melihat jadwal seleksi penerimaan pascasarjana UGM melalui website resmi UGM, yaitu https://um.ugm.ac.id/jadwal-seleksi-magister-dan-doktor/.
KELAS PERSIAPAN PAPs UGM Bimbingan TPA
Jika kamu membutuhkan kelas persiapan seleksi pascasarjana PTN, seperti PAPs UGM, kamu bisa bergabung dengan kelas persiapan PAPs UGM di Bimbingan TPA atau kamujuga bisa mengambil program privat atau semiprivat untuk mempersiapkan PAPs UGM kamu semaksimal mungkin.
Klik bimbingantpa.com untuk informasi program dan pendaftarannya, ya.
Bimbingan TPA – Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, akan semakin banyak pula keahlian baru yang diperoleh. Selain itu, semakin tinggi pendidikan dan semakin banyak pengetahuan yang dimiliki dapat memperbesar peluang untuk bisa bekerja di perusahaan atau instansi bergengsi.
Program kuliah S2 atau pascasarjana memberikan banyak keuntungan, terlebih di bidang karier spesifik dan jenis pekerjaan yang membutuhkan lisensi khusus. Misalnya gelar dokter medis. Setelah lulus pendidikan dokter di jenjang S1, mahasiswa mungkin menguasai wawasan kedokteran. Namun, jika ingin membuka praktik atau bekerja sebagai dokter berlisensi, kamu harus melanjutkan kuliah S2.
Meskipun kuliah jenjang S2 cukup menantang dan membutuhkan biaya, kamu akan mendapat banyak skill atau keterampilan yang memberi keuntungan jangka panjang. Berikut informasi mengenai skill yang diperoleh saat kuliah S2. Yuk, simak bersama!
Aspek Keilmuan yang Lebih Spesifik
Program Magister cocok bagi mahasiswa yang ingin menjadi spesialis karena aspek keilmuannya lebih spesifik. Mahasiswa berkesempatan mempelajari suatu bidang secara mendalam hingga ke balik permukaan. Hal ini berbeda dengan lulusan S1 yang biasanya memiliki latar belakang ilmu lebih general.
Selain mampu memecahkan masalah lebih baik, keahlian sebagai spesialis juga memberimu daya tawar tinggi.
Kemampuan Analisis dan Observasi
Kuliah S2 membuat kemampuan analisis dan observasi terasah lebih jauh. Mahasiswa S2 akan belajar cara mengamati suatu problem spesifik lewat beberapa sudut pandang, lalu menemukan beberapa solusi pemecahan.
Solusi yang ditemukan juga akan cenderung spesifik dan lebih mendalam dibandingkan mereka yang pengetahuannya hanya menyentuh permukaan. Dengan kedua kemampuan ini, mahasiswa S2 tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memberi keuntungan di bidang karier.
Kemampuan Manajemen dan Supervisi
Manajemen dan supervisi adalah kemampuan yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap suatu permasalahan atau standar pekerjaan.
Lulusan S2 banyak yang menempati posisi manajer, supervisor, pengawas mutu, dan sejenisnya. Hal ini bermanfaat untuk berbagai bidang spesifik, misalnya teknologi informasi dan manufaktur.
Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim
Mahasiswa S2 didorong memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini penting bagi lulusan yang akan menempati posisi strategis di perusahaan, yang biasanya melibatkan pengelolaan tim dalam menyelesaikan proyek. Kepemimpinan merupakan keahlian yang bisa diterapkan di perusahaan atau bidang mana saja.
Selain menjadi pemimpin, mahasiswa S2 juga akan belajar cara bekerja sama dalam tim. Kamu akan dilatih untuk mengetahui cara membagi tugas dan bersinergi dengan orang lain dalam tim yang sama.
Kemampuan Mengajar dan Melatih
Bagi kamu yang tertarik menjadi seorang dosen, menempuh pendidikan S2 merupakan syarat mutlak. Mahasiswa S2 tidak hanya belajar tentang bidang keilmuan secara lebih spesifik, tetapi juga menerapkannya dalam proses mengajar atau melatih.
Mahasiswa akan belajar cara berkomunikasi, menjelaskan berbagai konsep dengan cara yang mudah dimengerti, dan melakukan transfer pengetahuan secara efektif. Keahlian ini bukan hanya untuk dosen. Kamu bisa menerapkannya ketika menempati jabatan yang melibatkan proses pelatihan di perusahaan pilihanmu. Belajar di jenjang lebih tinggi memberimu beragam keahlian baru dan lebih spesifik.
Bimbingan Masuk Pascasarjana UI
Kamu mau masuk program pascasarjana UI tapi merasa belum siap dengan tes TPA dan Bahasa Inggrisnya? Bimbingan TPA bisa menjadi rekan belajar terbaik untuk mempersiapkan tes masuk pascasarjana UI lewat jalur SIMAK UI Pascasarjana.
Kamu bisa mengunjungi bimbingantpa.com untuk melihat program belajar yang tersedia dan cara pendaftarannya.