Bimbingan TPA – Bagi fresh graduate, langsung mempraktikkan ilmu yang didapat ke perusahaan yang diimpikan juga menjadi jalan yang bisa ditempuh setelah lulus.
Namun, tak ada salahnya juga untuk lulusan S1 yang lebih tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dikutip dari laman konsultan pendidikan luar negeri ICAN Education, berikut ini adalah keunggulan-keunggulan yang bisa didapatkan ketika melanjutkan kuliah S2.
Meningkatkan skill dan kemampuan
Dengan melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 sudah dapat dipastikan skill dan kemampuan yang dimiliki akan semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan metode pengajaran dan pembelajaran yang diterapkan pada perkuliahan S2 memiliki standar tinggi, serta mahasiswa akan diajar oleh tenaga pengajar profesional yang ahli di bidangnya.
Selama mengikuti perkuliahan, mahasiswa akan diberi tugas-tugas yang berbobot untuk semakin meningkatkan kemampuan mahasiswa.
Menunjukkan bahwa anda lebih unggul
Kebanyakan setiap orang yang akan kalian temui sekarang memiliki gelar sarjana, menjadikan hal ini semakin kompetitif dan lebih susah dalam mencari pekerjaan yang diidamkan.
Untuk dapat lebih menonjol dari yang lain, gelar Master akan memperlihatkan bahwa kalian memiliki sesuatu yang lebih dibanding yang lain. Tentu saja selalu ada pertanyaan mengenai biaya, tetapi dengan banyaknya beasiswa yang tersedia, membuat pilihan Master layak dipertimbangkan.
Memperbesar peluang jodoh
Kalian jomblo pas kuliah sebelumnya? Nah, siapa tahu saat kuliah S2, kalian bisa menemukan pasangan yang cocok, entah itu teman kuliah S2 atau saudaranya, tetangganya, atau bahkan mantannya.
Posisi kerja dan gaji yang lebih tinggi
Lulusan Master yang mendaftar kerja mendapatkan level yang lebih tinggi, atau segera naik pangkat. Penelitian menunjukkan profesional dengan lulusan Master rata-rata, melakukan pekerjaan lebih baik daripada lulusan Sarjana. Ini menjelaskan mengapa pemberi kerja lebih mengutamakan pelamar dengan gelar pascasarjana.
Peluang lapangan kerja semakin banyak
Hal yang menarik ketika seseorang telah menyelesaikan kuliah S2 adalah prospek lapangan kerja yang akan menjadi semakin luas, ada banyak lapangan kerja yang tersedia bagi lulusan S2, apalagi jika jurusan kekhususan yang dipilih adalah jurusan yang banyak dibutuhkan dalam dunia kerja.
Menjadi bagian dari para intelek
Mengambil perkuliahan Master tentunya akan mengantarkan ke dunia para intelek, yang menyukai ilmu, memiliki banyak pengalaman menarik, serta latar belakang yang beragam.
Mengenal lebih banyak orang berarti akan tahu lebih banyak, berkesempatan untuk membangun koneksi yang lebih luas, yang dapat digunakan untuk membantu karir kalian nanti.
Investasi yang berharga
Kuliah Master adalah investasi yang sangat pantas. Dalam satu tahun yang singkat, kalian akan mendapatkan pengalaman kerja, mengenal banyak orang, belajar menerapkan teori di dunia riil, membangun koneksi, sehingga kalian semakin siap untuk memasuki pasaran kerja yang kompetitif.
Itulah dia 7 alasan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi untuk masa depan. Semoga beberapa alasan di atas bisa menambah keyakinan kamu yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikan S2.
Jika kamu butuh bimbingan untuk mempersiapkan pendidikan S2, termasuk dalam hal mempersiapkan tes masuknya, kamu bisa berkonsultasi dengan Bimbingan TPA. Yuk, kunjungi bimbingantpa.com buat dapat banyak informasi penting dan menarik seputar S2, S3, Program Spesialis, Tes TPA Bappenas, dan lain-lain!
Bimbel TPA – Ada sejumlah perbedaan gelar Master dan PhD yang penting diketahui. Tak hanya dari pengertian, kedua gelar ini juga memiliki perbedaan dari masa studinya. Secara umum, jenjang pendidikan terbagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya seperti D3, S1, S2, dan S3. Masing-masing program pendidikan tersebut memiliki sejumlah perbedaan mendasar, termasuk gelar yang nantinya didapatkan.
Beberapa gelar yang umum diketahui antara lain Sarjana, Magister, Master, Doktor, hingga PhD. Perlu diketahui di antara gelar-gelar tersebut memiliki perbedaannya masing masing. Kali ini kita akan membahas perbedaan antara gelar Master dan PhD. Berikut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.
1. Pengertian
Secara umum, gelar Master dan Magister diraih seseorang setelah menyelesaikan studi program S2. Sedikit bedanya, penyebutan Magister biasa disematkan bagi mereka yang selesai menempuh S2 di universitas di Indonesia. Sementara Master diberikan untuk mereka yang mengenyam pendidikan S2 di luar negeri.
Sementara itu, PhD merupakan singkatan Doctor of Philosophy. Predikat ini adalah gelar pendidikan yang didapat seorang mahasiswa ketika menyelesaikan studi S3. Gelar PhD sendiri memiliki kesamaan dengan Doktor, yakni sama-sama diperoleh lulusan S3. Namun, untuk gelar PhD ini sendiri hanya diberikan kepada lulusan S3 di negara tertentu seperti Inggris dan Amerika.
2. Masa Studi
Ketika ingin mendapatkan gelar S2, mahasiswa perlu menjalani pendidikan lanjutan. Biasanya, durasi pendidikan jenjang ini adalah 1,5 hingga 2 tahun saja. Sementara itu, untuk program kuliah PhD sendiri memiliki durasi yang bervariasi. Hal ini bergantung pada negara tempat universitas, bidang studi yang dipilih, serta penelitian yang dijalani mahasiswa terkait. Namun, biasanya gelar PhD ini didapatkan setelah menempuh waktu sekitar 3 hingga 7 tahun lamanya.
3. Contoh Gelar
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa gelar Master didapat ketika seseorang menyelesaikan pendidikan S2. Sedangkan untuk PhD, mahasiswa harus menuntaskan studi S3. Tak hanya jenjang pendidikannya yang berbeda, gelar yang nantinya didapat juga relatif berbeda.
Gelar PhD bisa langsung didapat mahasiswa ketika menuntaskan pendidikan S3. Namun, gelar Master memiliki perbedaan dan tergantung bidang studi yang diambil. Berikut beberapa contoh dari gelar Master:
– Master of Arts (M.A)
– Master of Education (M.Ed).
– Master of Business Administration (M.B.A)
– Master of Science (M.Sc)
– Master of Engineering ( M.Eng.)
– dan Lainnya.
Demikian sejumlah perbedaan antara gelar Master dan PhD yang bisa diketahui. Kamu sendiri berencana untuk punya gelar pendidikan lanjutan yang mana? Yuk, kunjungi bimbingantpa.com untuk dapat berbagai informasi penting dan menarik seputar penerimaan mahasiswa S2 dan Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas!
Bimbingan TPA – Apakah kamu berencana melanjutkan studi S2 dalam waktu dekat? Yuk, pertimbangkan lima hal berikut ini agar mendapatkan keputusan yang tepat. Memiliki gelar magister setelah lulus studi S2 merupakan hal yang membanggakan bagi mayoritas orang. Pasalnya, dengan menyandang status pendidikan S2, kamu dianggap lebih unggul dan intelek.
Kuliah S2 juga memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri. Salah satunya, karakter kamu lebih matang dan lebih siap dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Selain itu, pendidikan S2 bisa membuka peluang untuk mendapatkan banyak relasi dan pengalaman. Namun, sebelum melanjutkan S2, kamu harus mempertimbangkan lima hal berikut ini supaya bisa mengambil langkah yang tepat.
Tujuan Melanjutkan ke Jenjang S2
Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dengan disertai perencanaan dan komitmen. Tanpa tujuan, kerja keras kamu belum tentu memberikan hasil sesuai harapan. Sebagai contoh, kamu ingin melanjutkan kuliah S2 usai wisuda S1 karena mengikuti tren di kampus saat itu.
Setelah kuliah S2 berjalan, semangat untuk sekadar mendengar dosen di kelas perlahan memudar. Kamu juga tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas dari dosen. Jika hal itu terjadi, artinya seseorang sudah kehilangan arah. Penyebab utamanya satu, ia tidak memiliki tujuan yang mampu memotivasinya untuk bertahan.
Kemampuan Finansial
Setelah menemukan tujuan studi S2, kamu harus mengukur keuangan keluarga. Pastikan, kedua orang tua memiliki cukup dana untuk mengantarkan hingga menjadi menyandang gelar magister. Jika kedua orang tua tidak mampu membiayai, upayakan kamu mencari pendanaan sendiri.
Salah satu cara mencari pendanaan adalah mengikuti program beasiswa. Saat ini, banyak perusahaan atau instansi yang membuka beasiswa S2 di luar maupun dalam negeri. Namun, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, kamu harus mematuhi beberapa syarat.
Pertama, kamu mesti menunjukkan kualitas diri dan prestasi selama kuliah di jenjang S1. Syarat kedua, berikan bukti tertulis kepada pemberi beasiswa, bahwa kedua orang tua benar-benar tidak mampu secara finansial. Syarat ketiga, tentunya kamu harus mendapatkan rekomendasi dari dosen atau perusahaan yang mendukung.
Jurusan yang Menunjang Karier dan Impian Kamu
Apakah kamu pernah salah jurusan ketika kuliah S1? Kalau pernah, pastikan tidak mengulangi hal itu lagi saat di jenjang S2. Karena itu, pilihlah jurusan kuliah yang sesuai dengan passion dan impian kamu.
Sebagai contoh, kamu ingin menjadi developer software mahir dan profesional. Berarti, jurusan yang harus diambil adalah Teknologi Informasi atau Manajemen Sistem Informasi.
Waktu yang Dimiliki untuk Fokus Kuliah S2
Melanjutkan ke jenjang S2 tidak hanya membutuhkan dana, tetapi juga waktu yang cukup banyak untuk fokus belajar. Jika kamu sudah bekerja, pastikan sanggup untuk membagi kesempatan antara menyelesaikan tugas kuliah dan pekerjaan.
Sementara itu, bagi yang sudah berumah tangga, pertimbangkan juga waktu luang untuk keluarga. Upayakan kamu tetap bisa mengerjakan tugas kuliah secara maksimal tanpa mengganggu quality time bersama keluarga.
Bagaimana jika kamu adalah tipe yang harus fokus pada satu urusan saja? Solusi terbaiknya; kalau tidak sanggup kuliah sambil bekerja, carilah penghasilan sampingan atau beasiswa. Begitu pula bagi yang belum mampu membagi waktu antara pasangan dan kuliah S2, lebih baik tunda niat berkeluarga sampai wisuda.
Target Menuntaskan Kuliah S2
Selama kuliah S2, kamu bisa jadi mengalami beberapa masalah yang mengusik konsentrasi. Ada kalanya, masalah itu—mungkin—membuat semangat berkurang dan hati tidak tenang.
Selain masalah, sesuatu bisa saja menggoyahkan fokus kamu untuk menuntaskan S2 dalam waktu cepat. Misalnya, saat kuliah S2, kamu jatuh cinta pada seseorang dan memutuskan untuk menikah. Padahal, pernikahan itu tidak ada di deretan rencana jangka pendek.
Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya adalah menguatkan komitmen untuk menyelesaikan kuliah S2 sesuai target. Cara menguatkan komitmen, yakni dengan mengingat tujuan kuliah S2 dan perjuangan kamu dalam meraihnya.
Itu dia 5 hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum megambil kuliah S2. Jika kamu sudah mantap untuk mengambil kuliah S2, yuk, mulai persiapkan ujian masuknya.
Kamu sudah tahu belum kalau kebanyakan ujian masuk program S2 menggunakan tes potensi akademik (TPA)? Oleh karena itu, kamu bisa ikut kelas di bimbingantpa.com untuk mendongkrak skor TPA-mu.
Bimbingan TPA – Beasiswa program magister (S2) Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Kementerian PPN/Bappenas masih dibuka hingga tanggal 30 November 2023 mendatang. Pendaftaran dilakukan secara daring di laman http://www.pusbindiklatren.bappenas.go.id.
Setidaknya ada tiga jenis program beasiswa yang ditawarkan yakni S2 Reguler Plus, S2 Linkage yang mencakup program Split-Site Master Program (SSMP) yang bekerja sama dengan Australia Awards in Indonesia, dan S2 Reguler Luar Negeri kerja sama.
Khusus S2 Reguler Luar Negeri kerja sama, Bappenas bekerja sama dengan kampus Lee Kuan Yew National University of Singapore (LKY NUS) dan Nanyang Centre for Public Administration, Nanyang Technological University Singapore (NCPA NTU). Bila tertarik, peserta harus mendaftar melalui website universitas masing-masing.
Syarat Beasiswa S2 Pusbindiklatren Bappenas
Syarat Umum
Berusia maksimal 42 tahun
Diperuntukkan bagi PNS yang bekerja sama di Bappenas, unit perencanaan kementerian/lembaga/daerah, unit kerja yang berhubungan dengan perencanaan pembangunan dan pendukung perencanaan pembangunan, serta PNS yang uraian pekerjaannya berhubungan dengan perencanaan pembangunan.
Pengusul data instansi minimal Eselon II
Pendaftar minimal PNS Golongan III A dengan masa kerja minimal 1 tahun
Strata pendidikan minimal D4/S1
Minimal 2 tahun lulus dari S1
IPK minimal 2,75
Belum pernah mengambil/memiliki gelar S2
Syarat Administrasi
Surat usulan dari Kepala Biro Kepegawaian/SDM/BKD/BKPSDM atau Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan setempat dengan tembusan eselon II atasan langsung. Surat harus menyebutkan nama peserta yang telah diusulkan dan telah memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan.
Hasil cetak formulir registrasi online yang telah diisi lengkap, bermeterai, bertanda tangan asli calon peserta dan Kepala Biro Kepegawaian/SDM/BKD/BKPSDM atau Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan setempat serta stempel cap basah.
Salinan ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir dan cap basah.
Salinan SK kepangkatan III/a dan SK terakhir yang telah dilegalisasi.
Formulir pernyataan pengembangan SDM yang ditandatangani oleh Kepala Biro Kepegawaian/SDM/BKD/BKPSDM atau Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan setempat serta disesuaikan dengan Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia di masing-masing instansi.
Dokumen Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Capital Development Plan (HCDP) yang terdapat di masing-masing instansi, sesuai dengan surat kami dengan nomor 847/P.01/05/2019 pada tanggal 29 Mei 2019 perihal Hasil dan Tindak Lanjut Kegiatan Rapat Koordinasi dan Workshop Penyusunan Rencana Pengembangan SDM ASN Pembangunan.
Seluruh syarat dokumen wajib dikirimkan bagi peserta yang lolos hingga tahap seleksi TOEFL secara langsung atau melalui jasa pengiriman ke: Pusbindiklatren Bappenas (Beasiswa Program Pendidikan Tahun 2024), Jalan Proklamasi No. 70, Jakarta Pusat 10320.
Bimbingan TPA – Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, akan semakin banyak pula keahlian baru yang diperoleh. Selain itu, semakin tinggi pendidikan dan semakin banyak pengetahuan yang dimiliki dapat memperbesar peluang untuk bisa bekerja di perusahaan atau instansi bergengsi.
Program kuliah S2 atau pascasarjana memberikan banyak keuntungan, terlebih di bidang karier spesifik dan jenis pekerjaan yang membutuhkan lisensi khusus. Misalnya gelar dokter medis. Setelah lulus pendidikan dokter di jenjang S1, mahasiswa mungkin menguasai wawasan kedokteran. Namun, jika ingin membuka praktik atau bekerja sebagai dokter berlisensi, kamu harus melanjutkan kuliah S2.
Meskipun kuliah jenjang S2 cukup menantang dan membutuhkan biaya, kamu akan mendapat banyak skill atau keterampilan yang memberi keuntungan jangka panjang. Berikut informasi mengenai skill yang diperoleh saat kuliah S2. Yuk, simak bersama!
Aspek Keilmuan yang Lebih Spesifik
Program Magister cocok bagi mahasiswa yang ingin menjadi spesialis karena aspek keilmuannya lebih spesifik. Mahasiswa berkesempatan mempelajari suatu bidang secara mendalam hingga ke balik permukaan. Hal ini berbeda dengan lulusan S1 yang biasanya memiliki latar belakang ilmu lebih general.
Selain mampu memecahkan masalah lebih baik, keahlian sebagai spesialis juga memberimu daya tawar tinggi.
Kemampuan Analisis dan Observasi
Kuliah S2 membuat kemampuan analisis dan observasi terasah lebih jauh. Mahasiswa S2 akan belajar cara mengamati suatu problem spesifik lewat beberapa sudut pandang, lalu menemukan beberapa solusi pemecahan.
Solusi yang ditemukan juga akan cenderung spesifik dan lebih mendalam dibandingkan mereka yang pengetahuannya hanya menyentuh permukaan. Dengan kedua kemampuan ini, mahasiswa S2 tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memberi keuntungan di bidang karier.
Kemampuan Manajemen dan Supervisi
Manajemen dan supervisi adalah kemampuan yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap suatu permasalahan atau standar pekerjaan.
Lulusan S2 banyak yang menempati posisi manajer, supervisor, pengawas mutu, dan sejenisnya. Hal ini bermanfaat untuk berbagai bidang spesifik, misalnya teknologi informasi dan manufaktur.
Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim
Mahasiswa S2 didorong memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini penting bagi lulusan yang akan menempati posisi strategis di perusahaan, yang biasanya melibatkan pengelolaan tim dalam menyelesaikan proyek. Kepemimpinan merupakan keahlian yang bisa diterapkan di perusahaan atau bidang mana saja.
Selain menjadi pemimpin, mahasiswa S2 juga akan belajar cara bekerja sama dalam tim. Kamu akan dilatih untuk mengetahui cara membagi tugas dan bersinergi dengan orang lain dalam tim yang sama.
Kemampuan Mengajar dan Melatih
Bagi kamu yang tertarik menjadi seorang dosen, menempuh pendidikan S2 merupakan syarat mutlak. Mahasiswa S2 tidak hanya belajar tentang bidang keilmuan secara lebih spesifik, tetapi juga menerapkannya dalam proses mengajar atau melatih.
Mahasiswa akan belajar cara berkomunikasi, menjelaskan berbagai konsep dengan cara yang mudah dimengerti, dan melakukan transfer pengetahuan secara efektif. Keahlian ini bukan hanya untuk dosen. Kamu bisa menerapkannya ketika menempati jabatan yang melibatkan proses pelatihan di perusahaan pilihanmu. Belajar di jenjang lebih tinggi memberimu beragam keahlian baru dan lebih spesifik.
Bimbingan Masuk Pascasarjana UI
Kamu mau masuk program pascasarjana UI tapi merasa belum siap dengan tes TPA dan Bahasa Inggrisnya? Bimbingan TPA bisa menjadi rekan belajar terbaik untuk mempersiapkan tes masuk pascasarjana UI lewat jalur SIMAK UI Pascasarjana.
Kamu bisa mengunjungi bimbingantpa.com untuk melihat program belajar yang tersedia dan cara pendaftarannya.