0812-8596-5222
Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Skor TPA Bappenas

Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Skor TPA Bappenas

Bimbingan TPASebelum menghadapi ujian, sudah tahukah kamu sistem penghitungan skor TPA Bappenas? Mengetahui metode penghitungan ini membuat kamu dapat menetapkan target yang harus dicapai. kira-kira eperti apa, ya, cara menghitung skor TPA OTO Bappenas? Yuk, simak informasi di bawah ini!

Skor TPA Bappenas

Sesuai namanya, tes potensi akademik (TPA) bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik peserta tes. TPA Bappenas terdiri dari 250 soal dengan waktu pengerjaan 3 jam. Soal-soal tersebut terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Tes Verbal, Tes Numerik, dan Tes Penalaran Logika. Nilai TPA dihitung berdasarkan akumulasi dari ketiga seksi tersebut.

Rentang skor TPA yaitu:

bappenas

Artinya, skor terendah adalah 200 dan skor tertinggi adalah 800. Masing-masing seksi mendapat skor 20-80. Berikut rumus menghitung skor TPA Bappenas.

rumus skor tpa bappenas

Sebagai contoh, kamu bisa mengerjakan 70 soal benar dari 120 soal.

Skor = (225/250) x 600 + 200 = 740

 

Mengapa harus tahu cara menghitung skor?

Setiap kali kamu latihan, kamu dapat menghitung jumlah soal yang dijawab dengan benar. Kamu dapat mengukur apakah kamu sudah mencapai batas target atau belum. Dengan begitu, kamu dapat mempersiapkan diri dan terus meningkatkan nilai.

 

Batas Lulus Skor TPA

Bappenas menetapkan rentang skor adalah 200-800. Namun batas nilai yang dibutuhkan untuk lulus ditetapkan oleh lembaga yang mengadakan tes tersebut. Misalnya, kamu mendaftar S-2 di Universitas Gadjah Mada (UGM), maka pihak universitas yang menetapkan nilai minimal untuk lulus, meskipun tes diselenggarakan oleh Bappenas.

Rata-rata skor yang dibutuhkan untuk S-2 adalah 450-500, sedangkan S-3 adalah 550-600. Seseorang dengan skor 500 dianggap sudah memiliki kemampuan rata-rata. Skor TPA dari Bappenas berlaku sampai 2 tahun sejak tanggal tes. Skor ini tidak dapat diperpanjang. Jika sudah habis masa berlakunya, kamu harus mengikuti tes kembali.

 

Trik Mendapat Skor TPA Maksimal

Agar kamu dapat meraih skor semaksimal mungkin, kamu harus mengetahui triknya. Soal-soal TPA memang tidak dirancang untuk dijawab semua. Artinya, kamu harus memprioritaskan soal-soal yang mudah dan pasti bisa dikerjakan dengan benar.

Contohnya soal pada Tes Numerik. Kamu diberi waktu 60 menit untuk 90 soal. Artinya kamu harus mengerjakan 40 detik/soal. Gunakan 20 detik pertama untuk membaca dan menentukan apakah soal tersebut dapat dikerjakan. Kalau sulit, kamu dapat melanjutkan ke soal berikutnya. Pasalnya skor dihitung dari jumlah soal yang dikerjakan dengan benar.

Kamu juga perlu memperhatikan jumlah peserta yang mendaftar. Jika pendaftar tidak terlalu banyak, kamu dapat menargetkan 70 persen jawaban benar. Namun jika pendaftar mencapai ribuan jumlahnya, kamu harus menetapkan target 80 persen jawaban benar agar lebih unggul.

Tidak hanya itu, mengerjakan TPA Bappenas membutuhkan persiapan matang dari jauh-jauh hari, terutama jika menargetkan skor tinggi. Agar lebih maksimal dalam menghadapi TPA Bappenas, ikuti Kursus TPA Bappenas di Bimbingan TPA. Kmau bisa kunjungi bimbingantpa.com untuk informasi program belajar dan pendaftarannya.

Seputar PAPs UGM: Tes Masuk Program Pascasarjana UGM

Seputar PAPs UGM: Tes Masuk Program Pascasarjana UGM

Bimbingan TPATes Potensi Akademik (TPA) sudah umum digunakan dalam seleksi masuk program pascasarjana di berbagai universitas di Indonesia. Namun, ada beberapa universitas yang memiliki tes potensi akademik sendiri, seperti UI dan UGM.

Kali ini kita akan membahas tes Potensi Akademik Pascasarjana (PAPs) Universitas Gadjah Mada (UGM). Yuk, simak informasi berikut ini!

Apa Itu PAPs UGM?

Potensi Akademik Pascasarjana (PAPS) adalah tes kemampuan kognitif yang dirancang khusus untuk mengungkap potensi akademik, yaitu potensi yang mendasari kemungkinan seseorang untuk dapat berhasil sekiranya dia mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi.

PAPS lebih menekankan pada potensi daripada capaian hasil pembelajaran karena PAPS merupakan instrumen untuk memprediksi keberhasilan dan bukan mengidentifikasi keberhasilan.

Teori yang dipakai dalam pengembangan tes ini adalah kecerdasan umum yang merupakan kemampuan umum yang menjadi dasar dari berbagai macam domain-domain kecerdasan.

Fitur dan Seri PAPs UGM

Meskipun fokus utama dari PAPS adalah penalaran, namun PAPS melibatkan berbagai macam konteks atau modalitas penalaran seperti verbal, kuantitatif dan figural. Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa besar individu mampu menerapkan kemampuannya pada masalah yang lebih luas dan baru. 

PAPS sudah dikembangkan lebih dari 10 seri yang setiap tahunnya direviu baik konten maupun performansi properti psikometrisnya. Review dilakukan oleh pakar-pakar psikometri dan konstruksi tes psikologi di Fakultas Psikologi UGM. Beberapa parameter yang dipertimbangkan dalam review tersebut antara lain adalah 

  1. daya beda butir, yaitu kemampuan sebuah butir untuk membedakan individu yang dites berdasarkan kemampuan yang diukur
  2. sebaran tingkat kesulitan butir, sebuah tes yang baik harus memiliki sebaran tingkat kesulitan sesuai dengan tujuan. Tes untuk keperluan seleksi misalnya, harus memiliki sebaran tingkat kesulitan butir yang didominasi dengan butir tingkat kesulitan tinggi. 
  3. reliabilitas dan eror standar pengukuran. Tes yang baik adalah tes yang menghasilkan skor yang relatif bersih dari eror-eror pengukuran yang dapat menyebabkan informasi mengenai kemampuan orang yang diukur menjadi tidak konsisten. 
  4. Validitas, yaitu seberapa besar skor mampu menjelaskan kemampuan yang diukur.

Subtes dalam PAPs UGM

PAPS pertama kali diterbitkan di tahun 2010 oleh Fakultas Psikologi UGM sebagai perangkat tes potensi akademik Universitas Gadjah Mada. Penerbitan pertama adalah PAPS Seri A yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa S2 Pascasarjana UGM yang terdiri atas Seri A1 dan A2, serta Seri B yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa S3 yang juga terdiri dari dua seri, yaitu Seri B1 dan B2.

Tes ini terdiri atas 3 (tiga) subtes; yaitu subtes Verbal, subtes Kuantitatif, dan subtes Penalaran. Untuk keseluruhan tes yang terdiri atas 120 soal disediakan waktu 100 menit. Konstruksi subtes dan komponen masing-masing adalah sebagai berikut.

SUBTESKOMPONENJUMLAH SOALWAKTU (Menit)
VerbalPadanan Kata125
Lawan Kata125
Analogi Kata105
Pemahaman Wacana610
TOTAL VERBAL4020
KuantitatifDeretan Angka1010
Aritmatika1010
Konsep Aljabar1010
Perbandingan Kuantitatif1010
TOTAL KUANTITATIF4040
PenalaranLogis88
Diagram88
Analitis88
Serial88
Klasifikasi88
TOTAL PENALARAN4040

Itulah beberapa informasi seputar Potensi Akademik Pascasarjana (PAPs) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa melihat jadwal seleksi penerimaan pascasarjana UGM melalui website resmi UGM, yaitu https://um.ugm.ac.id/jadwal-seleksi-magister-dan-doktor/

KELAS PERSIAPAN PAPs UGM Bimbingan TPA

Jika kamu membutuhkan kelas persiapan seleksi pascasarjana PTN, seperti PAPs UGM, kamu bisa bergabung dengan kelas persiapan PAPs UGM di Bimbingan TPA atau kamujuga bisa mengambil program privat atau semiprivat untuk mempersiapkan PAPs UGM kamu semaksimal mungkin.

Klik bimbingantpa.com untuk informasi program dan pendaftarannya, ya.

Tips Menghadapi Soal TPA Bappenas, Skor Auto Tinggi!

Tips Menghadapi Soal TPA Bappenas, Skor Auto Tinggi!

Bimbingan TPA Mengerjakan Tes Potensi Akademik atau TPA Bappenas membutuhkan strategi khusus. Pasalnya, kamu tidak hanya diminta menjawab soal dengan benar, tetapi juga dengan cepat.

Nah, kali ini, yuk kita ulik apa itu TPA Bappenas dan tips menghadapi soal-soal TPA Bappenas supaya kamu bisa dapat skor yang tinggi. Simak informasinya di sini, ya.

Apa Itu TPA Bappenas?

TPA Bappenas adalah jenis tes potensi akademik (TPA) yang dikembangkan Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes (UUO PT) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Hasil TPA Bappenas digunakan berbagai institusi pendidikan dan perusahaan sebagai standar seleksi masuk.

Tes ini sering disebut juga dengan TPA OTO Bappenas. TPA Bappenas kini tidak hanya digunakan untuk beasiswa S-2 dan S-3 di luar negeri. Berikut contoh seleksi masuk yang menggunakan TPA Bappenas.

  • Program S-2 dan S-3 perguruan tinggi negeri dan swasta dalam negeri
  • Penerimaan pegawai baru
  • Mutasi/promosi jabatan oleh departemen/lembaga non-departemen di pusat dan daerah serta BUMN/BUMD
  • Mutasi/promosi jabatan di perusahaan swasta

Tips Menghadapai Soal TPA Bappenas

1. Pelajari matematika dasar dan teknik hitung cepat

Soal-soal matematika yang digunakan dalam TPA Bappenas adalah soal dasar. Kamu perlu membiasakan diri dengan bentuk-bentuk soal seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan pengalian. Perbanyak latihan dengan berbagai buku soal TPA yang beredar luas. Selanjutnya, cari tahu teknik berhitung dengan cepat. Trik ini akan membantu kamu menghemat waktu

2. Pahami perintah soal

Setiap bagian memiliki perintah masing-masing. Walaupun sudah sering berlatih, sebaiknya kamu tetap membaca bagian perintah dengan cermat, karena tidak menutup kemungkinan adanya perubahan.

3. Berlatih dengan batasan waktu

Ingat, waktu yang diberikan hanya 3 jam untuk 250 soal. Cobalah berlatih dengan memberi batasan waktu, yakni verbal 30 detik/soal, lalu numerik dan penalaran 60 detik/soal.

4. Buat jadwal khusus untuk belajar

Bagi kamu yang sudah memiliki kesibukan, mencari waktu untuk belajar cukup sulit. Buatlah jadwal khusus untuk belajar, agar kamu punya waktu di sela-sela kesibukan.

5. Pertajam logika

Perbanyak latihan soal-soal yang memerlukan penalaran logika. Pasalnya mengerjakan soal logika cukup memakan waktu jika kamu tidak memahami cara mengerjakannya.

Selain itu, kamu dapat mengasah kemampuan berpikir untuk soal bagian lain dengan logika yang tepat.

6. Konsentrasi, tenang, dan tidak panik

Hal yang paling penting adalah berkonsentrasi penuh. Jangan terganggu dengan peserta lain atau pengawas. Selain itu, jangan panik. Tetap kerjakan dengan tenang agar membantu kamu berkonsentrasi. Jika kamu panik, kamu akan kesulitan berpikir.

7. Istirahat yang cukup

Sehari sebelum ujian, beristirahatlah sepenuhnya tanpa ada aktivitas belajar. Lakukan kegiatan yang santai dan dapat membantu menenangkan pikiran. Hindari kegiatan yang melelahkan secara fisik. Tujuannya agar kamu menyegarkan diri kembali sebelum ujian berlangsung.

Sediakan waktu untuk menyiapkan keperluan ujian dengan cermat. Contohnya alat tulis, identitas, atau perangkat dan koneksi internet yang stabil jika ujian dilakukan secara online.

Nah, itu dia beberapa tips untuk menghadapi soal TPA Bappenas. Untuk mendapatkan persiapan yang lebih matang dan hasil yang lebih maksimal, kamu bisa bergabung dengan kelas Bimbingan TPA. Dapatkan soal-soal latihan berkualitas dan tryout  untuk mengevaluasi hasil belajarmu. Klik bimbingantpa.com untuk informasi program belajar lebih lanjut dan pendaftarannya, ya.

Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS) Sama atau Beda?

Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS) Sama atau Beda?

Bimbingan TPA – Ada banyak jenis tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan manusia, beberapa di antaranya adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS).

Kedua tes ini biasa digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi, seleksi masuk sekolah kedinasan, tes naik jabatan untuk pegawai negeri maupun swasta, dan lain sebagainya. Namun, apakah kamu sudah tahu apa perbedaan dari TPA dan TPS? Yuk, kita ulik dalam artikel yang satu ini!

Persamaan TPA dan TPS

Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur potensi seseorang. Artinya, apa yang diujikan adalah hal-hal mendasar yang diperlukan seseorang untuk menempuh dan melaksanakan pendidikan atau pekerjaannya.

Oleh karena itu, TPA dan TPS banyak digunakan dalam seleksi perguruan tinggi (SBMPTN/UTBK), beasiswa, maupun tes masuk kerja, termasuk tes CPNS dan BUMN.

Perbedaan TPA dan TPS

Walaupun sama-sama digunakan untuk tujuan yang hampir sama, TPA dan TPS memiliki perbedaan. Berikut adalah perbedaan TPA dan TPS.

  1. Fungsi

Tes Potensi Akademik (TPA) adalah salah satu jenis psikotes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang. Sementara itu, Tes Potensi Skolastik adalah tes yang berfungsi untuk menguji dan mencari tahu kemampuan kognitif atau cara berfikir seseorang.

  1. Soal Tes

Tes Potensi Akademik (TPA)

  1. Tes Verbal

Tes verbal ini mengukur kecerdasan seseorang dalam kata-kata dan kebahasaan. Biasanya, materi yang diujikan pada soal tes verbal ini meliputi persamaan makna kata (sinonim), lawan kata (antonim), hubungan kata, dan pengelompokan kata.

  1. Tes Angka

Tes angka atau numerik ini mengukur kecerdasan dalam bidang numerik, atau logis matematis seseorang. Biasanya, materi yang diujikan dalam tes ini meliputi deret, seri angka, seri huruf, logika angka, dan angka dalam cerita.

  1. Tes Logika

Tes logika mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemesahan masalah secara logis. Soal-soal tes ini meliputi tes logika umum, analisis pernyataan, kesimpulan, dan logika diagram.

  1. Tes Spasial atau Gambar

Tes spasial atau gambar mengukur daya logika ruang seseorang. Soal tes spasial atau gambar biasanya berupa padanan hubungan gambar, pengelompokan gambar, bayangan gambar, dan identifikasi gambar.

Tes Potensi Skolastik (TPS)

  1. Penalaran Umum (PU)

Bagian PU mengukur kemampuan dan kecakapan seseorang dalam memilih dan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah secara logis. Beberapa soal yang diujikan dalam PU ini adalah kesesuaian pernyataan, simpulan logis, dan penalaran analitik.

  1. Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

Bagian PBM mengukur kemampuan kebahasaan dan logika verbal seseorang. Biasanya, pada bagian ini materi yang diujikan meliputi kemampuan tata bahasa dan ejaan.

  1. Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

Subtes PPU mengukur pengetahuan dan wawasan seseorang melalui teks dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 

  1. Pengetahuan Kuantitatif (PK)

 Subtes Penalaran Kuantitatif (PK) mengukur kemampuan matematis sederhana dan pemahaman konsep matematika seseorang. Biasanya materi PK ini meliputi aljabar, logika, statistika, dan geometri.

Bimbel TPA Persiapan Seleksi Pascasarjana Terbaik

Materi seleksi untuk masuk program pascasarjana memang berbeda dengan materi seleksi masuk pada program sarjana.

Seleksi masuk pascasarjana biasanya menggunakan tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris. Namun, ada juga beberapa universitas dan jurusan yang menambahkan tes bidang atau wawancara.

Mengapa Harus Bimbingan TPA?

  1. Banyak Program Belajar yang Bisa Kamu Pilih

Bimbingan TPA menyediakan banyak program menarik yang tentunya cocok untuk kamu yang mau mempersiapkan diri lebih matang untuk seleksi masuk program pascasarjana PTN di seluruh Indonesia, seperti UI, UGM, ITB dan lain-lain.

  1. Biaya Terjangkau

Selain banyak program yang bisa pilih sesuai kebutuhanmu, Bimbingan TPA juga menawarkan biaya yang sangat terjangkau untuk kamu.

  1. Kualitas Terbaik

Bimbingan TPA siap memberikan kualitas terbaik untukmu, mulai dari guru pengajar, materi ajar, soal latihan, tryout dan lainnya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir.

  1. Kelas Kondusif

Di Bimbingan TPA juga ada pembatasan peserta per kelasnya. Dengan begitu, kamu bisa belajar lebih kondusif dan dapat mengoptimalkan waktu belajarmu untuk berinteraksi dengan guru serta berdiskusi dengan teman sekelas.

Untuk melihat program-program unggulan  Bimbingan TPA, kamu bisa mengunjungi bimbingantpa.com. Tunggu apa lagi? Cepat daftarkan dirimu di Bimbingan TPA lewat Whatsapp (0812-8596-5222) atau datang langsung ke alamat yang tertera di website kami